Minggu, 02 Maret 2014
Jumhur Hidayat: Kalau Tidak Impor Pangan, Tidak Ada TKI
Suara Garuda;
BANTEN- Mantan aktivis Buruh
yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Penempatan dan Penanggulangan Tenaga
Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat, mengkritik kebijakan impor pangan,
khususnya beras di negera ini.
“Seandainya bangsa ini tidak mengimpor berjuta-juta ton
bahan pangan dari luar negeri, maka tidak perlu ada TKI. Sebab, jika jutaan ton
bahan pangan itu diproduksi oleh kaum tani sendiri, maka dapat mensejahterakan
ratusan ribu TKI yang mengadu nasib ke negeri orang,” kata Jumhur.
Ditanya soal masuknya beras impor ke Provinsi Banten
sebagai salah daerah surplus beras, mantan aktivis yang sempat berada dibalik
jeruji besi pada era Orba itu mengatakan, tidak boleh daerah surplus mengimpor
beras. “Semestinya daerah surplus mensuplai daerah-daerah yang kekurangan
pangan. Tidak boleh mengimpor,” tegasnya.
Petani, lanjut Jumhur, harus berdaulat, dan tidak mungkin
petani berdaulat jika tidak ada revormasi agraria. “Sekarang tahun politik.
Saatnya para petani mengintip Partai Politik dan calon pemimpin yang perduli
dengan nasib petani. Karena kalau ada Parpol atau calon pemimpin yang tidak
perduli pada nasib kaum tani, maka itulah Parpol dan calon pemimpin gadungan,”
tegasnya. (Redaksi)*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar